SAROLANGUN, 06 Mei 2026 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Jambi melakukan peninjauan langsung terhadap sejumlah sekolah yang terdampak bencana banjir serta mengalami kerusakan berat di Kabupaten Sarolangun.
Kegiatan peninjauan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala BPMP Provinsi Jambi, Ibu Juwita Iranita Lumban Gaol, S.Pd., M.M., bersama tim yang berjumlah 19 orang. Dalam kunjungan tersebut, rombongan turut didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sarolangun, Drs. H. Arsyad, S.H., M.Pd.I., beserta jajaran.

Sebanyak 15 sekolah pada jenjang pendidikan dasar dan menengah yang tersebar di beberapa wilayah di Kabupaten Sarolangun menjadi lokasi peninjauan. Sekolah-sekolah tersebut diketahui mengalami dampak cukup signifikan akibat bencana banjir, mulai dari kerusakan ruang kelas, fasilitas belajar, hingga lingkungan sekolah yang tidak lagi layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Peninjauan ini bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi riil di lapangan, sekaligus melakukan pendataan dan verifikasi terhadap tingkat kerusakan yang terjadi. Hasil dari kegiatan ini akan menjadi dasar dalam penyusunan langkah tindak lanjut penanganan oleh pemerintah pusat.
Dalam keterangannya, Ibu Juwita Iranita Lumban Gaol, S.Pd., M.M. menyampaikan bahwa hasil peninjauan akan segera ditindaklanjuti dalam bentuk usulan kepada Kemendikdasmen guna mendapatkan dukungan program perbaikan dan revitalisasi sarana pendidikan.
“Hasil dari peninjauan ini akan kami rumuskan menjadi usulan langsung untuk perbaikan dan revitalisasi sekolah-sekolah yang terdampak banjir dan mengalami kerusakan berat, sehingga proses belajar mengajar dapat kembali berjalan dengan optimal,” ungkapnya.

Sementara itu, Drs. H. Arsyad, S.H., M.Pd.I. menyampaikan apresiasi atas perhatian dan respon cepat dari pemerintah pusat melalui BPMP Provinsi Jambi dalam menindaklanjuti kondisi sekolah terdampak bencana di Kabupaten Sarolangun.
Ia berharap melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah, proses pemulihan sarana dan prasarana pendidikan dapat segera terealisasi. Dengan demikian, para peserta didik dapat kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan aman, nyaman, dan kondusif.
Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam menjaga keberlangsungan layanan pendidikan, khususnya di daerah terdampak bencana, serta sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan di Kabupaten Sarolangun.
