Sarolangun, Jambi — Dalam upaya memperkuat pemahaman sejarah dan menumbuhkan rasa cinta terhadap perjuangan bangsa, Dinas Kebudayaan Provinsi Jambi menyelenggarakan kegiatan Museum Keliling bertajuk “Sosialisasi Museum Perjuangan Rakyat Jambi” yang berlangsung di aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sarolangun.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program edukatif yang bertujuan mendekatkan museum kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar lebih mengenal nilai-nilai perjuangan rakyat Jambi dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Dalam kegiatan museum keliling ini, pengunjung disuguhkan berbagai benda peninggalan bersejarah yang sarat makna dan nilai perjuangan, di antaranya:
- Pistol Colt Semi Automatic: Senjata api yang digunakan oleh pejuang dalam mempertahankan wilayah Jambi.
- Pistol Flintlock: Senjata klasik yang mencerminkan era awal perjuangan bersenjata.
- Radio Tangan: Alat komunikasi penting yang digunakan untuk menyampaikan informasi antar pejuang.
- Helm Tentara Pelajar: Simbol keberanian para pelajar yang turut berjuang di medan perang.
- Penggedo Manau: Senjata tradisional khas Jambi yang digunakan dalam pertempuran.
- Dokumen No. 283 dan Dokumen No. 276: Arsip penting yang merekam jejak administratif dan strategi perjuangan rakyat Jambi.






Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sarolangun menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu membangkitkan semangat nasionalisme dan memperkuat identitas budaya lokal. “Museum bukan hanya tempat menyimpan benda, tetapi ruang belajar yang hidup. Melalui museum keliling ini dapat menjangkau masyarakat lebih luas dan menghidupkan kembali semangat perjuangan,” ujarnya.
Kegiatan ini juga mendapat sambutan hangat dari para pelajar, guru, dan masyarakat Sarolangun yang antusias menyaksikan langsung benda-benda bersejarah yang selama ini hanya bisa dilihat di museum provinsi Jambi
