Diklat Peningkatan Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Kabupaten Sarolangun Tahun 2019

Sarolangun, 20 Juni 2019

Berdasarkan Permendiknas no. 16 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Pendidik guru harus memiliki empat kompetensi, demikian halnya juga dengan guru PAI juga harus memiliki kompetensi sesuai dengan permendiknas di atas. Kalau kita sederhanakan kompetensi yang harus dimiliki oleh guru PAI adalah menguasai dan memahami standar kompetensi dan kompetensi dasar memahami tujuan pembelajaran, mengembangkan materi pembelajaran, menginterpretasikan materi, struktur, konsep, dan pola pikir ilmu-ilmu yang relevan dengan pembelajaran pendidikan agama Islam, dan mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam berkomunikasi untuk pengembangan diri. Tetapi ada hal yang lebih penting lagi guru PAI harus memiliki sikap dan perilaku yang dapat diteladani oleh peserta didik pada khususnya dan masyarakat sekitar pada umumnya.

Untuk mengetahui kompetensi perlu dilakukan uji kompetensi (UK) khususnya guru PAI yang bertujuan untuk pemetaan kompetensi, sehingga memudahkan untuk melakukan peningkatan kompetensinya melalui pendidikan dan pelatihan (diklat) yang dilakukan di lembaga Balai Diklat Keagamaan dan atau Pusdiklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan.

Dengan mengusung tema “Dengan Kualitas Karakter 4C Menuju Generasi Emas” Bidang PMPTK  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sarolangun dalam hal ini dibawah naungan Kepala Seksi Peningkatan Mutu Abdullah Zuhir. S. Pd menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI), yang bertempat di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sarolangun, dengan mendatangkan Narasumber atau pemateri Nazirwan. M. Pd.i (Kemenag Provinsi Jambi), Sumial Betri, M. Pd (Pengawas SMP), dan Erwin. M. Pd. i (Guru PAI SMP) , Pelatihan ini diikuti oleh para guru Pendidikan Agama Islam untuk tingkat SMP di lingkungan Kabupaten Sarolangun.

Kegiatan diklat ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sarolangun H. Lukman. M. Pd. Dalam sambutannya beliau mengatakan tujuan dilakukannya kegiatan ini antara lain untuk memberikan dorongan dan wawasan guru PAI untuk peningkatan mutu pendidikan di sekolah; memberikan wawasan tentang paradigma baru konsep pembelajaran bagi para guru PAI dan untuk meningkatkan kompetensi guru PAI dan untuk meningkatkan output sekolah yang berdaya unggul dan berdaya saing.

Lebih lanjut H. Lukman. M. Pd mengatakan pesan dan harapanya. Sebelum berbicara tentang kompetensi guru PAI tidak salahnya harus paham dulu apa yang dimaksud dengan guru PAI. Kalau diartikan guru dari segi bahasa adalah orang yang mendidik. Dalam konteks pendidikan Islam pendidik sering disebutustad, mudarris, mu’allim, murabbi danmu’addib.. Dengan demikian secara fungsional, kata pendidik menunjukan kepada seseorang yang melakukan kegiatan dalam memberikan pengetahuan, keterampilan, pendidikan, pengalaman dan sebagainya.

Guru dituntut untuk memiliki empat kompetensi yaitu kompetensi pedagogik, kompenetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional, demikian juga kompetensi yang harus dimiliki oleh guru PAI harus memiliki kompetensi yang sama. Kompetensi dimaksud adalah menguasai dan memahami standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran, memahami tujuan pembelajaran, mengembangkan materi pembelajaran secara kreatif, menginterpretasikan materi, struktur, konsep, dan pola pikir ilmu-ilmu yang relevan dengan pembelajaran pendidikan agama Islam, dan seorang guru yang profesional harus mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam berkomunikasi untuk pengembangan diri. Disamping kompetensi yang ada di atas guru harus memiliki kompetensi sosial yang diparktekan dengan berperilaku yang baik dan dapat dijadikan teladan tidak hanya dalam kelas tetapi juga di tengah masyarakat karena image guru agama ditengah masyarakat sangat dihormati. Tutupnya.